Pages

Subscribe:

Ads 488x100px

PENDIDIKAN TANPA BATAS

Labels

Tampilkan postingan dengan label kumpulan tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kumpulan tugas. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

Pengertian dan Teori Kewirausahaan

Ketika mata kiri melirik ke SAP online dan mata kanan ke kalendar akademik, …..waduh cilaka ternyata jatah ngajar sebelum UTS tinggal satu kali pertemuan lagi. Padahal materi yang diberikan masih lumayan banyak. Saya pun buru-buru berburu bahan ajar terburu eh terbaru, atau setidak-tidaknya me-review kembali beberapa bahan ajar yang sudah diunggah ke staffsiteku. Tulisan ini akan memaparkan tentang sejarah teori kewirausahaan, yang konsepnya sudah disebut-sebut dari zaman “baheula”, diantaranya oleh Jean Baptista Say dan Richard Cantillon pada awal abad ke-18.
Pengertian Kewirausahaan
Istilah entrepreneur pertama kali diperkenalkan pada awal abad ke-18 oleh ekonom Perancis, Richard Cantillon. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Say menyatakan bahwa entrepreneur adalah seseorang yang membawa orang lain bersama-sama untuk membangun sebuah organ produktif.
Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803). Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

Kamis, 08 Desember 2011

PENYEBAB KEMISKINAN DI INDONESIA DAN CARA MENGATASINYA



PENYEBAB KEMISKINAN DI INDONESIA DAN CARA MENGATASINYA


Mengapa Kemiskinan di Indonesia Menjadi Masalah Berkelanjutan?
SEJAK awal kemerdekaan, bangsa Indonesia telah mempunyai perhatian besar terhadap terciptanya masyarakat yang adil dan makmur sebagaimana termuat dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. Program-program pembangunan yang dilaksanakan selama ini juga selalu memberikan perhatian besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan karena pada dasarnya pembangunan yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, masalah kemiskinan sampai saat ini terus-menerus menjadi masalah yang berkepanjangan.

Senin, 05 Desember 2011

Teori Perubahan Sosial Karl Marx dan Max Weber


Teori Perubahan Sosial Karl Marx dan Max Weber

Teori perubahan social dan budaya Karl Marx yang merumuskan bahwa perubahan social dan budaya sebagai produk dari sebuah produksi (materialism), sedangkan Max weber lebih pada system gagasan, system pengetahuan, system kepercayaan yang justru menjadi sebab perubahan.
Jika dua pandangan itu digunakan sebagai asas dalam pengembangan program Pendidikan Nonformal, akan memberikan dampak untung dan rugi, secara literature hal tersebut disebabkan oleh:
Menurut Douglas (1973), mikrososiologi mempelajari situasi sedangkan makrososiologi mempelajari struktur. George C. Homans yang mempelajari mikrososiologi mengaitkan struktur dengan perilaku sosial elementer dalam hubungan sosial sehari-hari, sedangkan Gerhard Lenski lebih menekankan pada struktur masyarakat yang diarahkan oleh kecenderungan jangka panjang yang menandai sejarah. Talcott Parsons yang bekerja pada ranah makrososiologi menilai struktur sebagai kesalingterkaitan antar manusia dalam suatu sistem sosial. Coleman melihat struktur sebagai pola hubungan antar manusia dan antar kelompok manusia atau masyarakat. Kornblum (1988) menyatakan struktur merupakan pola perilaku berulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat.


Minggu, 04 Desember 2011

TEORI PERTUMBUHAN & PEMBANGUNAN EKONOMI oleh SOSIOLOG



1. MAZHAB HISTORISMUS
Pola pendekatan pembangunan ekonomi yg berpangkal pada perspektif sejarah. Bersifat induktif empiris. Fenomena ekonomi : Perkembangan Menyeluruh & tahap tertentu dalam sejarah. Dimulai di Jerman abad XIX s/d awal abad XX.

2. FRIEDRICH LIST (Th.1840)
Pelopor Historismus : Eksponen Nasionalisme Ekonomi Bahwa Tahap Perkembangan Ekonomi yaitu dengan ‘cara produksi’ :
1. Tahap Primitip
2. Tahap Beternak
3. Tahap Pertanian
4. Industri Pengolahan (Manufacturing)
5. Pertanian, Industri Pengolahan & Perdagangan

3. BRUNO HILDEBRAND (Th. 1848)
Terjadi Evolusi dalam masyarakat Kritik terhadap List : Bahwa Pembangunan  Ekonomi bukan dilihat dari cara produksi /  cara konsumsi. Tetapi ‘cara distribusi’, yaitu :
1.  Perekonomian Barter (Natura)
2.  Perekonomian Uang
3.  Perekonomian Kredit

Kelemahan Teori Bruno :
1. Tidak jelas proses perkembangan dari tahap  tertentu ke tahap berikutnya
2. Tidak memberi sumbangan yang berarti terhadap  peralatan analitis di bidang ilmu ekonomi.


4. KARL BUCHER
Sintesa Pendapat List dan Bruno Perkembangan Ekonomi Ada 3 tahap :
1. Produksi untuk kebutuhan Sendiri (subsistence)
2. Perekonomian Kota dimana pertukaran  sudah meluas
3. Perekonomian Nasional dimana peran pedagang menjadi semakin penting

4. WALT WHITMAN ROSTOW  (WW. ROSTOW)
Sangat popular dan paling banyak komentar dari ahli Artikel : Economics Journal (Maret 1956) dimuat dlm Buku The Stages of Economics Growth (1960).

Jumat, 02 Desember 2011

identifikasi masalah

identifikasi masalah adalah salah satu proses penelitan yang  penting diantara proses lain. Masalah penelitian akan menentukan kualitas dari penelitian, bahkan juga menentukan apakah sebuah kegiatan bisa disebut penelitian atau tidak. Masalah penelitian secara umum bisa kita temukan lewat studi literatur atau lewat pengamatan lapangan (observasi, survey, dsb).
Masalah penelitian bisa didefinisikan sebagai pernyataan yang mempermasalahkan suatu variabel atau hubungan antara variabel pada suatu fenomena. Sedangkan variabel itu sendiri dapat didefinisikan sebagai pembeda antara sesuatu dengan yang lain.
Sumber masalah penelitian bisa muncul dari tiga hal (Ranjit Kumar, 1996):

psikoanalisis sosiologi gender

Mencari Psikoanalisis Dalam Arah Feminis
Muncul tiga tokoh aliran feminisme psikoanalisis yang menentang determinisme biologis yang dikemukakan oleh freud, yaitu Adler, Horney dan Clara Thompson. Mereka berpendapat bahwa identitas gender, perilaku gender,  serta orientasi seksual merupakan hasil dari nilai-nilai sosial dan lingkungan, bukan karena fakta biologis yang berbeda. Asumsi mereka adalah dengan adanya pemberdayaan “diri” yakni melalui pemikiran dan tindakan yang lahir dari kaum perempuan sendiri, yang nantinya akan membuat mereka setara dengan laki-laki di masyarakat. Mereka percaya bahwa perasaan bersalah, inferioritas, serta kebencian terhadap diri sendiri bukan berasal dari faktor biologis, melainkan hasil dari interprestasi kebudayaan. Hal ini didasari dari pemikiran mereka bahwa semua manusia, baik laki-laki maupun perempuan menginginkan kesempatan yang sama untuk membentuk takdirnya secara kreatif dan aktif.

feminisme liberal

Feminisme Liberal
Description: PDF
Description: Print
Description: E-mail

Friday, 07 January 2005
Feminisme Liberal lahir pertama kali pada abad 18 dirumuskan oleh Mary wollstonecrat dalam tulisannya A Vindication of the Right of Women (1759-1799) dan abad 19 oleh John Stuart Mill dalam bukunyaSubjection of Women dan Harriet Taylor Mills dalam bukunya Enfranchisemen of Women, kemudian pada abat 20 Betty Friedan dalam The Feminis Mistique dan The second Stage. Feminis Liberal ini mendasarkan pemikirannya pada konsep liberal yang menekankan bahwa wanita dan pria diciptakan sama dan mempunyai hak yang sama dan juga harus mempunyai kesempatan yang sama. Manusia berbeda dengan binatang karena rasionalitas yang dimilikinya. Kemampuan rasionalitas tersebut mempunyai dua aspek yaitu –moralitas- pembuat keputusan yang otonom dan –prudensial- pemenuhan kebutuhan diri sendiri.
Hak individu bagi kaum Liberal harus diprioritaskan dari pada “kebaikan” . Setiap individu diberikan kebebasan untuk memilih apa yang “baik” untuk dirinya asal tidak merugikan orang lain. Liberalisme juga menekankan pada masyarakat yang adil yang memungkinkan setiap individu mempraktekkan otonomi dirinya dalam memenuhi kebutuhannya.

Dalan hal intervensi negara atas bidang publik (masyarakat sipil) Liberallis Klasik berbeda dengan Liberallis Egalitarian. Bagi Liberalis Egalitarian setiap orang yang memasuki pasar terlebih dahulu mempunyai, keuntungan material, koneksi atau bakat yang berbeda. Apabila perbedaan tersebut sangat besar maka sulit bagi mereka untuk mengejarnya. Oleh sebab itu Negara harus intervensi secara positif agar kesejahteraan masyarakat merata. Intervensi di bidang hukum, pendidikan, perumahan, pelayanan kesehatan, kesejahteraan sosial dan penyediaan makan bagi orang miskin. Bagi Liberallis ini negara sebaiknya menfokuskan pada keadilan ekonomi bukan kebebasan sipil.

standar deviasi dalam statistika


Dalam statistika dan probabilitas, simpangan baku atau deviasi standar adalah ukuran sebaran statistik yang paling lazim. Singkatnya, ia mengukur bagaimana nilai-nilai data tersebar.
Simpangan baku didefinisikan sebagai akar kuadrat varians. Simpangan baku merupakan bilangan tak-negatif, dan memiliki satuan yang sama dengan data. Misalnya jika suatu data diukur dalam satuan meter, maka simpangan baku juga diukur dalam meter pula.
Istilah simpangan baku pertama kali diperkenakan oleh Karl Pearson pada tahun 1894, dalam bukunya On the dissection of asymmetrical frequency curves.

Rabu, 02 Juni 2010

Standar Deviasi dan Varians dalam Statistika

Dalam Penelitian saya, ada kesulitan dalam penyelesaian analisis data yaitu menggunakan ANAVA atau ANOVA (Analisis Varians atau Analise of Variance) juga mengenai perhitungan datanya untuk mencari Kesimpulan atau Hipotesis tentang Standar Deviasi dan Varians. Setelah saya cari-cari menggunakan Search Engine dengan kata "Standar Deviasi dan Varians" saya kumpulkan hasil search Standar Deviasi dan Varians sehingga dapat saya simpulkan data menghitung Standar Deviasi dan Varians, dan Skor Deviasi dari sebuah hasil data yaitu sebagai berikut :


Standar Deviasi dan Varians
Salah satu teknik statistik yg digunakan untuk menjelaskan homogenitas kelompok.
Varians merupakan jumlah kuadrat semua deviasi nilai-nilai individual thd rata-rata kelompok.
Sedangkan akar dari varians disebut dengan standar deviasi atau simpangan baku.



Standar Deviasi dan Varians
Simpangan baku merupakan variasi sebaran data.
Semakin kecil nilai sebarannya berarti variasi nilai data makin sama
Jika sebarannya bernilai 0, maka nilai semua datanya adalah sama.
Semakin besar nilai sebarannya berarti data semakin bervariasi.

Contoh varians
Simpangan = Nilai ke n – total X
simpangan 1 = 60 – 71 = -11

Daftar nilai mahasiswa
No
Nilai (Xi)
Simpangan (deviasi)
Xi – X
Simpangan Kuadrat
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
60
70
65
80
70
65
75
80
70
75
-11
-1
-6
9
-1
-6
4
9
-1
4
121
1
36
81
1
36
16
81
1
16

710:10 = 71
0
390

Selanjutnya dapat dihitung varians, yaitu rata-rata dari total simpangan kuadrat
Simpangan kuadrat = 390
Varians = 390/10 = 39
Standard deviasi = akar varians
Standard deviasi = √390 = 6,2450
Berarti data kelompok nilai mahasiswa memiliki tingkat simpangan baku 6,2450

Sekian dari saya tentang Perhitungan Skor Deviasi dari Standar Deviasi dan Varians.
Semoga contoh Cara Menghitung Standar Deviasi dan Varians diatas dapat membantu bagi pembaca yang ingin Mengetahui Pengertian dari Standar Deviasi dan Varians.
Salam Sukses. (Radit MT)



D
I
S
C
L
A
I
M
E
R





Ditulis oleh: Dede Kurniadikategori Pascal, Pemrograman
29
Jul
Description: standar deviasi Program Standar Deviasi dengan PascalDalam statistika dan probabilitas, simpangan baku atau deviasi standar adalah ukuran sebaran statistik yang paling lazim. Singkatnya, ia mengukur bagaimana nilai-nilai data tersebar. Simpangan baku didefinisikan sebagai akar kuadrat varians. Simpangan baku merupakan bilangan tak-negatif, dan memiliki satuan yang sama dengan data. Misalnya jika suatu data diukur dalam satuan meter, maka simpangan baku juga diukur dalam meter pula. Istilah simpangan baku pertama kali diperkenakan oleh Karl Pearson pada tahun 1894, dalam bukunya On the dissection of asymmetrical frequency curves. seperti latihan sebelumnya disini akan dibuatkan program untuk menghitung standar deviasi atau lebih dikenal dengan simpangan baku dengan menggunakan bahasa pemrograman pascal. Berikut ini source code lengkapnya :
Program Hitung_Simpangan_Baku;
Uses Crt;
Var X,N,I:Byte;
Akar,Jum,Rata,Sd,K,Y,Sigma,Pangkat:Real;
Data:Array[1..30] of byte;
Function Pengurangan(A,I:Byte):Integer;
Begin
Pengurangan:= A-I ;
end;
Procedure NilaiData;
Begin
Write (‘Berapa Banyaknya Data Nilai= ‘);Readln(X);
For N:=1 to x do
Begin
Write(‘Data ke-’,N,’=');Readln(Data[N]);
end;
end;
Procedure RataRata;
Begin
Jum:=0;
For N:=1 to X do
Begin
Jum:=Jum + Data[N] ;
Rata:= Jum / X;
end;
end;

Procedure PangkatSigma;
Begin
SIGMA:=0;
For N:= 1 to X do
Begin
Pangkat:=0;
K:= Data[N]-Rata;
Pangkat:= SQR (K);
Sigma:= Sigma+Pangkat;
end;
end;
Procedure TampilHasil;
Begin
For N:= 1 to X Do
Begin
Writeln (‘Data Nilai ke- ‘,N,’=',Data[N]);
end;
end;
Begin
clrscr;
Sigma:=0;
Rata:=0;
Writeln (‘>> Menghitung Simpangan Baku <<’);
NilaiData;
RataRata;
PangkatSigma;
I:=1;
Y:=Pengurangan(X,I);
Akar:=Sigma/Y ;
Sd:= SQRT (Akar);
Clrscr;
Writeln (‘Hasil Penghitungan Simpangan Baku’);
TampilHasil;
Writeln (‘Banyaknya Data Nilai =’,X);
Writeln (‘Nilai Rata-ratanya = ‘,Rata:4:2);
Writeln (‘Simpangan Bakunya Adalah = ‘,Sd:4:2);
Readln;
end.
Copyright © Dede Kurniadi


Rabu, 30 November 2011

mahasiswa rombel 2 beserta blognya

DAFTAR MAHASISWA ROMBEL 2
PRAKTEK LABORATORIUM SEMESTER GASAL, 2011/2012
No
NIM
NAMA
KETERANGAN
  1.
3401409066
CHARISMA DINASTITI                          
  2.
3401409008
NAFISATUR ROSIDAH                                
  3.
3401409027
RISKY KARTIKA YUGA PAMBAYON                      
  4.
3401409035
LIA KRISTIANTI                                   
  5.
3401409041
ANGGIT MARYATUN                                   
  6.
3401409042
PUJI WULANSARI                                   
  7.
3401409043
NANANG ADI PURWOKO                               
  8.
3401409044
ARDHY SAHISTYA                                   
  9.
3401409045
SITI NURJAYANTI                                  
 10.
3401409046
SAEFUL ROMADHONA                                 
 11.
3401409047
TYDAR AGECTA IVONE                               
 12.
3401409048
MOHAMMAD RIZA PAHLEVI                            
 13.
3401409049
MOHAMAD RIZAL FEBRI IBRAHIM                      
 14.
3401409050
HANING DWI PRATIWI                               
 15.
3401409051
HENGKY PURWANTO                                  
 16.
3401409052
CHRISTI NATALIA KUSHARNANTO                      
 17.
3401409053
AGUSTINA                                         
 18.
3401409054
AHMAD NAJIHUL HIMAM                              
 19.
3401409056
NATALIA TRI ANDYANI                              
 20.
3401409057
ISNAENI KURNIAWATI                               
 21.
3401409058
NANIK WIJAYANTI                                   
 22.
3401409060
HANAFIYATUL ULYA                                 
 23.
3401409061
AGUSTINA ISMIYATI                                
 24.
3401409062
NONI SEKAR KINASIH                               
 25.
3401409063
YUNI ZAHARANI                                    
 26.
3401409064
DIMAS EKO SURYANTO                               
 27.
3401409065
GALIH MAHARDIKA CHRISTIAN PUTRA                  
 28.
3401409067
NUR NGAENAH                                      
 29.
3401409068
EKO NUGROHO                                       
 30.
3401409069
AMIN SUYUTHI                                     
 31.
3401409070
RISMA YUNIARSIWI                                 
 32.
3401409071
YOGI ALAN NOVANDA                                
 33.
3401409072
DOMINIKUS MARGIONO BUDI ARTANTO                  
 34.
3401409073
ADIT DEWANTORO                                    
 35.
3401409074
MILA FADHILAH                                    
 36.
3401409075
PUTRI INDAH KURNIAWATI                           
 37.
3401409076
YASINTA KURNIA NINGTYAS                          
 38.
3401409077
RICKY HIDAYAT                                    
 39.
3401409078
AQIL BAIHAQI                                     
 40.
3401409079
ANIK RAHMAWATI                                   
 41.
3401409080
TIKA ARDHIYATI                                   
 42.
3401409081
SITI KHOIRIYAH